Lumajang Suksesi
– Sejak beberapa hari terakhir menjelang pergantian
tahun 2015 yang kini tinggal sehari lagi, ribuan pecinta alam dari berbagai
penjuru kota tanah air yang ingin melakukan pe
ndakian ke puncak Gunung Semeru
terus berdatangan ke Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, dan rela mengikuti
antrian panjang untuk mendapatkan tiket masuk menuju ke puncak Mahameru.
Tidak hanya itu pecinta alam asal dalam negeri saja yang memadati
Desa Ranupani dan jalur pendakian Gunung Semeru, namun hampir seratus mahasiswa
pecinta alam asal luar negeri seperti mahasiswa dari Australia, Jerman, Kanada serta Mahasiswa dari Inggris juga
ikut memadati jalur pendakian Gunung Semeru.
Mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan seperti
pendaki hilang kontak, bersama rekan atau rombongannya, Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru (TNBTS) melakukan pembatasan terhadap pengunjung Gunung Semeru.
Kepala Balai Besar TNBTS DR. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si ketika
dikonfirmasi sejumlah media via celulernya membenarkan jika pengunjung Gunung
Semeru dari berbagai wilayah Provinsi telah membludak sejak sepekan terakhir
ini. ”Pengunjung Gunung Semeru dari sejumlah negara tetangga juga banyak
mas,” tutur Ayu
Ratusan pecinta alam yang ingin melakukan pendakian ke puncak Maha
Meru mendapatkan tiket masuk, ada yang langsung datang ke Pos Resort Ranupani
juga ada yang mendapatkan melalui pemesanan tiket masuk via online. “Kami belum
memperoleh data Jumlah pengunjung Gunung Semeru yang sudah melakukan pendakian.
Namun, kami pastikan jumlah pengunjung hingga Selasa (30/12) pagi ini
sudah ribuan mas,”ungkapnya
Membludaknya jumlah pengunjung dan mengantisipasi jalur pendakian
penuh yang menyebabkan terjadinya gangguan pada ekosistem, sampah dan kerusakan
pada jalur pendakian, pihaknya memberlakukan aturan pada setiap harinya
maksimal 1000 pengunjung boleh melakukan pendakian.
“Sengaja kami lakukan aturan ini tidak lain hanya ingin memberikan
kenyamanan dan keamanan bagi semua pengunjung Gunung Semeru. Seluruh pengunjung
diharapkan untuk mematuhi regulasi dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh
TNBTS bersama PVMBG, Tim SAR, BPBD serta Pecinta Alam dalam rapat koordinasi
beberapa waktu yang lalu,” pungkasnya
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Lumajang, Ribowo melalui Kabid pencegahan kesiapsiagaan dan Logistik Hendro Wahyono, mengatakan, saat ini
status Gunung Semeru dalam kondisi normal pada level II. Meski begitu,
diharapkan agar semua pengunjung Gunung Semeru yang melakukan pendakian tidak
melanggar aturan TNBTS.
”Situasi
dan kondisi Gunung Semeru bisa pecah dan berubah pada setiap saat, untuk kami
harapkan agar para pendaki untuk tetap taat mengikuti aturan TNBTS tersebut
demi kenyamanan dan keselamatan,” Tegas Hendro (eni)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar